Jumat, 28 Juni 2013

Tak mengerti dan tak memahamiku

Tak mengerti dan tak memahamiku
oleh: Chautsar Afandi

Kritik adalah sesuatu yang bersifat membangun diri kita, terkadang kritik sukar sekali dimengerti dan dipahami oleh manusia karena terkadang manusia itu sendiri adalah orang yang angkuh dan merasa benar akan semua doktrin yang ia miliki dan percayai terhadap suatu disiplin ilmu.
Seperti halnya pada kumpulan cerpen asap rokok di jilbab santri karya M. Shoim Anwar yang berjudul “burung-burung gagak di atas oscard road”. Pada cerpen ini penulis merasa sulit untuk memahami isi dari cerpen ini. Cerpen ini dirasa membingungkan para pembaca, seperti contoh pada tokoh “aku” di sini membingungkan karena berpindah – pindah tempat tanpa alasan yang logis. Begitu pula tokoh burhan notonegoro yang tiba-tiba hidup dari sebingkai gambar atau foto. Lalu dengan burung gagak yang selalu menghantui tokoh “aku”. Setidak – tidaknya diharapkan memberi keterangan tentang beberapa tokoh yang ada di dalam novel.
Untuk sang pencipta cerpen ini daya imajinasi dalam bersastra itu memang penting, akan tetapi apabila imajinasi itu terlalu tinggi dan sukar dimengerti oleh kami (para pembaca awam) alangkah baiknya jika sang pencipta memberikan keterangan tentang beberapa kejadian dan tokoh-tokoh yang ada di dalam cerpen atau karyanya yang lain. Sehingga, kami atau para pembaca awam lainnya kelak bisa mengerti dan memahami apa saja yang ada di dalam karya sastra itu sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar