Devisa Negara Yang Tak Dianggap
Oleh: Chautsar Afandi
Jika
kita berbicara masalah devisa negara tentunya dibenak kita ialah ekspor, impor,
dana bantuan, dan sumber pendapatan negara yang lain. Dari beberapa definisi
tentang devisa negara ini yang menjadi pertanyaan ialah sumber pendapatan
negara yang lain, sumber pendapatan ini ialah para TKI yang bekerja di luar
negeri. Menjadi TKI itu tidak gampang mereka harus menjalani serangkaian tahap
dimana tahap itu tercantum dalam peraturan pemerintah RI nomor 3 tahun 2013,
tentang perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
Dijelaskan
pada BAB 1, tentang ketentuan umum pasal 1 ayat 1 sampai 13 yang menjelaskan
syarat-syarat, penjelasan kontrak, pembinaan, asuransi, dsb. Jika seseorang
ingin mengambil jalan pintas tanpa mematuhi peraturan pemerintah RI ini maka
akan mengalami nasib yang memprihatinkan atau lebih parah lagi seperti nasib
suparjan yang dikisahkan dalam cerpen “paket mayat” karya M. Soim Anwar.
Ketika
masih hidup suparjan pernah tertangkap oleh polisi kuala lumpur, suparjan
tertangkap karena sopir taksi yang dia percayai ternyata menghianatinya. Sopir
taksi itu ternyata bersekongkol dengan polisi kuala lumpur. Setelah dibebaskan
oleh kakak iparnya ternyata malaikat kematian mengikutinya, kurun waktu
beberapa bulan kakak iparnya mendapat kabar bahwa suparjan telah meninggal
dunia. Kakak iparnya lantas menanyakan kronologi kematian suparjan kepada
teman-teman kerja suparjan, tapi malang sekali teman-teman suparjan tidak tahu
menahu dengan raut wajah yang ketakutan ketika menjawab pertanyaan dari kakak
ipar suparjan.
Nasib
serupa juga dialami oleh sumartini binti manaungi galisung (33) yang dituduh
oleh majikannya telah menggunakann ilmu sihir kepada anak majikannya. Dua orang
itu tergiur akan uang yang melimpah sehingga tidak menghiraukan nasib mereka, dan
akhirnya mereka menemui ajal.
Selain
dari jalur ilegal, pada jalur legal pun sama halnya dengan jalur ilegal. Mereka
saudara kita hendaknya para pejabat yang mementingkan mobil dinas, pakaian, dan
apapun itu tolong lihatlah mereka. Sampai kapan saudara-saudara kita bernasib
buruk atau bahkan tragis, ini negara kita pentingkan kami warga Indonesia asli,
jangan mereka yang mempunyai uang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar