Jumat, 28 Juni 2013

Devisa Negara Yang Tak Dianggap

Devisa Negara Yang Tak Dianggap
Oleh: Chautsar Afandi

Jika kita berbicara masalah devisa negara tentunya dibenak kita ialah ekspor, impor, dana bantuan, dan sumber pendapatan negara yang lain. Dari beberapa definisi tentang devisa negara ini yang menjadi pertanyaan ialah sumber pendapatan negara yang lain, sumber pendapatan ini ialah para TKI yang bekerja di luar negeri. Menjadi TKI itu tidak gampang mereka harus menjalani serangkaian tahap dimana tahap itu tercantum dalam peraturan pemerintah RI nomor 3 tahun 2013, tentang perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
Dijelaskan pada BAB 1, tentang ketentuan umum pasal 1 ayat 1 sampai 13 yang menjelaskan syarat-syarat, penjelasan kontrak, pembinaan, asuransi, dsb. Jika seseorang ingin mengambil jalan pintas tanpa mematuhi peraturan pemerintah RI ini maka akan mengalami nasib yang memprihatinkan atau lebih parah lagi seperti nasib suparjan yang dikisahkan dalam cerpen “paket mayat” karya M. Soim Anwar.
Ketika masih hidup suparjan pernah tertangkap oleh polisi kuala lumpur, suparjan tertangkap karena sopir taksi yang dia percayai ternyata menghianatinya. Sopir taksi itu ternyata bersekongkol dengan polisi kuala lumpur. Setelah dibebaskan oleh kakak iparnya ternyata malaikat kematian mengikutinya, kurun waktu beberapa bulan kakak iparnya mendapat kabar bahwa suparjan telah meninggal dunia. Kakak iparnya lantas menanyakan kronologi kematian suparjan kepada teman-teman kerja suparjan, tapi malang sekali teman-teman suparjan tidak tahu menahu dengan raut wajah yang ketakutan ketika menjawab pertanyaan dari kakak ipar suparjan.
Nasib serupa juga dialami oleh sumartini binti manaungi galisung (33) yang dituduh oleh majikannya telah menggunakann ilmu sihir kepada anak majikannya. Dua orang itu tergiur akan uang yang melimpah sehingga tidak menghiraukan nasib mereka, dan akhirnya mereka menemui ajal.

Selain dari jalur ilegal, pada jalur legal pun sama halnya dengan jalur ilegal. Mereka saudara kita hendaknya para pejabat yang mementingkan mobil dinas, pakaian, dan apapun itu tolong lihatlah mereka. Sampai kapan saudara-saudara kita bernasib buruk atau bahkan tragis, ini negara kita pentingkan kami warga Indonesia asli, jangan mereka yang mempunyai uang.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar