Jumat, 28 Juni 2013

HARAM ITU INDAH

HARAM ITU INDAH
oleh: Chautsar Afandi


Lain manusia, lain pula jati diri manusia itu sendiri. Pada zaman presiden Soeharto kemakmuran, keanekaragaman, kemasyuran, dsb terwujud pada zaman itu. Seiring dengan perkembangan zaman hal-hal seperti itu tidak ada lagi. Semua lenyap, justru keserakahan, kedengkian, dan kejahatan yang menguasai negeri ini.
Hal-hal seperti itu dapat dilihat pada kumpulan cerpen karya M. Shoim Anwar yang berjudul “air mata anakku”. Pada cerpen ini digambarkan sosok yang penuh ambisi, percaya diri, dan pantang menyerah akan tetapi sosok ini menghalalkan segala cara demi mendapatkan sesuatu yang dia inginkan, Huki adalah sosok yang sang penulis maksud, huki menganggap bahwa semua yang ia inginkan dapat diraih dengan mudah. Pada waktu huki masih bersekolah demi mendapat makanan ia rela memburu ayam hutan, demi sebuah perut.
Setelah ia lulus dan mendapatkan ijazah ia mendaftar PNS dengan bantuan dari orang tuanya yang mencarikan lobi. Apa kata orang bekerja saja meminta bantuan orang tua apalagi dengan jalan pintas. Setelah itu ia melanjutkan pada tingkat PNS betapa kotornya jalan yang diraih oleh huki, ia sampai rela pergi ke dukun untuk peruntungannya. Percaya dengan hal seperti itu boleh-boleh saja, akan tetapi bila berlebihan dan sampai berimplementasi pada kehidupan itu sudah musrik.
Seseorang mempunyai impian, dan harapan sungguh sesuatu yang benar dan wajar. Akan, tetapi apabila sampai menghalalkan segala cara dalam arti sesuatu atau cara yang di anggap haram untuk dilakukan itu sungguh sesuatu yang jahanam.
Dalam penulisan cerpen ini sang kreator masih kurang menunjukkan akibat yang dialami oleh sang penjahat, dan hal-hal mistisnya masih kurang kental.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar