Jumat, 28 Juni 2013

Kenyataan itu memang benar!!!!!

Sajak Palsu
karya Agus R Sardjono

Selamat pagi Pak, selamat pagi Bu, ucap anak sekolah dengan sapaan palsu.
Lalu mereka pun belajar sejarah palsu dari buku-buku palsu.
Di  akhir sekolah mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka yang palsu.
Karena tak cukup nilai, maka berdatanganlah mereka ke rumah-rumah bapak dan ibu guru untuk menyerahkan amplop berisi perhatian dan rasa hormat palsu.
Sambil tersipu palsu dan membuat tolakan-tolakan palsu, akhirnya pak guru dan bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji palsu untuk mengubah nilai-nilai palsu dengan nilai-nilai palsu yang baru.
Masa sekolah demi masa sekolah berlalu, mereka pun lahir sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hukum palsu, ahli pertanian palsu, insinyur palsu.
Sebagian menjadi guru, ilmuwan atau seniman palsu.
Dengan gairah tinggi mereka  menghambur ke tengah pembangunan palsu dengan ekonomi palsu sebagai panglima palsu.
Mereka saksikan ramainya perniagaan palsu dengan ekspor dan impor palsu yang mengirim dan mendatangkan berbagai barang kelontong kualitas palsu.
Dan bank-bank palsu dengan giat menawarkan bonus dan hadiah-hadiah palsu tapi diam-diam meminjam juga pinjaman dengan izin dan surat palsu kepada bank negeri yang dijaga pejabat-pejabat palsu.
Masyarakat pun berniaga dengan uang palsu yang dijamin devisa palsu.
Maka uang-uang asing menggertak dengan kurs palsu sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis yang meruntuhkan pemerintahan palsu ke dalam nasib buruk palsu.
Lalu orang-orang palsu meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan gagasan-gagasan palsu di tengah seminar dan dialog-dialog palsu menyambut tibanya demokrasi palsu yang berkibar-kibar begitu nyaring dan palsu.


Kenyataan itu memang benar!!!!!
Oleh: Chautsar Afandi

            Kebohongan dan kemunafikan di negara ini memang ada, dan sudah terbukti faktanya bukan sekedar isapan jempol atau buah bibir belaka. Seperti kasus koruptor di negeri ini yang sudah terbukti bahkan jelas ada, akan tetapi dalam hukuman yang diterima tidak sebanding dengan uang yang di ambil. Menurut saya sajak ini akan beraplikasi di negeri ini karena kebodohan masyarakatnya sendiri, kebodohan akan pendidikan, kebodohan akan hiburan, kebodohan dalam berpakaian, dan kebodohan lainnya yang berakibat pada tatanan negeri ini.
Sajak ini lahir tahun 1998 dan mungkin sajak ini akan di kenang karena perjalanan sajak ini hampir sama dengan perjalanan negeri ini kedepannya. Kalau saya boleh berpendapat, sajak ini memang benar. Dalam lubuk hati saya sebelum mengenal dan membaca sajak ini, saya berpendapat setiap manusia memang memiliki rasa palsu tidak terkecuali seorang alim ulama, pendeta, biksu, bahkan pemuka agama lainnya. Sajak ini hampir mirip dengan lagu yang dibawakan oleh Tony Q Rastafara yang berjudul Republik Sulap.
            Apabila negeri ini tidak ingin seperti perjalanan dalam sajak ini di tahun-tahun mendatang, marilah kita mulai dari diri kita dengan berani mengatakan kebenaran. Berani karena benar dan takut karena salah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar