Sabtu, 29 Juni 2013

Berkulit kuning, mulus, bersih, dan montok

Berkulit kuning, mulus, bersih, dan montok
Oleh: Chautsar Afandi


Tiap manusia diciptakan dalam perbedaan oleh Tuhan dan oleh sebab itu setiap manusia pasti memiliki ciri khas. Meskipun diciptakan secara berbeda dalam hal jenis kelamin, agama, budaya, sosial, maupun etnis tetaplah sama bagi Tuhannya. Dalam cerpen Jawa, Cina, Madura nggak masalah.Yang penting rasanya….” karya M Shoim Anwar ini menggambarkan tentang kedudukan suami dan istri, rasa sayang dan hak etnis Cina. Cerpen ini menceritakan dimana kedudukan suami dan istri sangat kuat terlihat, hanya saja sang istri menginginkan hak yang sama seperti suami. Padahal kodrat seorang suami adalah memimpin.
Namun pada cerpen tersebut sang istri yang menginginkan sang suami yang membeli peralatan kecantikan itu agar suami juga merasakan tugas istri yang biasanya melayani suaminya. Terkadang pemikiran seperti ini merupakan hal yang tidak bagus karena suami sebagai kepala keluarga tugasnya hanya mencari nafkah dan dilayani, tetapi pada masyarakat sekarang ini tugas suami dan istri sama yaitu saling mengisi antar satu dengan lainnya.
Sedangkan kehidupan etnis Cina mungkin berbeda namun yang membedakan hanya dari segi fisik yang mencakup dari warna kulit serta asal-usul kepercayaan. Pada cerita juga menggambarkan menggambarkan tindak kekerasan yang terjadi terhadap keluarga Ko Han. Dari beberapa potongan kalimat di cerpen itu menggambarkan bahwa terjadi sebuah penindasan terhadap etnis Cina yang dilakukan oleh massa. 
Selain itu dalam cerpen Jawa, Cina, Madura nggak masalah. Yang penting rasanya karya M Shoim Anwar menggambarkan kue pastel sebagai simbol bahwa siapapun yang membuat atau menjual kue itu tidaklah penting, isi dan bentuknya tetaplah sama seperti kue pastel pada umumnya.

Dari beberapa uraian di cerpen tergambar jelas bahwa siapa saja yang menjual atau membuat kue itu tidaklah menjadi masalah, asal-usul mereka hanyalah merupakan sebuah simbol. Sama halnya manusia kita selalu sama dihadapannya, yang berbeda hanyalah segi fisik dan asal-usulnya. Adapun yang dapat kita petik setelah membaca cerpen Jawa, Cina, Madura nggak masalah. Yang penting rasanya karya M Shoim Anwar ini yaitu seharusnya kita dapat mempelajari bahwa kita mungkin berbeda-beda dari jenis kelamin, agama, warna kulit, etnis, budaya atau sosial tapi bagi Tuhan kita tetaplah sama. Alangkah begitu indah jika kita semua memahami perbedaan yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar